Arti Puisi

Mengerti apa


Ini puisi, bukan puisi, puisi, tidak puisi, puisi, puisi, puisi. Mengerti apa arti puisi tak jelas terus di pahami, Dari mata menjulang kaki bertanya apa puisi apa puisi apa puisi. Tanpa hati sampai kepala bertahta lingkaran api terus mencari kemana di mana arti puisi. Puisi tak indak berlari mutiara kata, lahir di hulu hati bertebaran imajinasi tanpa tak pasti, bahasa cahaya kata bahasa jujur hati terajut benang seni lahir alami bersumber murni… sanubari. Pantas bila puisi indah kata rentetan antrian kata kata mutiara siap baca, pantas bila puisi prosa sajak memabuk pembaca menggontai terlena dari alunan irama kata kata …? Siapa tau arti puisi ku bertanya puisi, selalu puisi puisi puisi dan,.

Puisi Kata

Sastra Jenuh

 

Membongkar kata kata, berantakan….
Memporak porandakan susunan susunannya.
Memilih setiap kata kata yang ada….
Mencari kata kata yang bermakna…
Merangkum,menyusunnya menjadi kata sastra…
Ah…. Susah,susah juga ternyata
Mudah tangan membalikkan telapaknya…
Kenapa tidak untuk mencipta sastra…?
Hanya sekedar merangkum kata kata berarti
Bukan untuk semua orang bisa dimengerti
Cukup bagi diri ini…
Wakil hati ini….,jembatan luapan hati ini
Ah…. Mudah kata terucap
Mudah kertas putih tertulis kata kata
Tapi….
Huh…. Ternyata begitu ternyata
Dari sastra yang terucap,begitu mudah terungkap
Tapi kenapa begitu susah tercatat dalam lembaran lembaran kertas putih,,?
Dan….
Dari  lamanya… kenapa begitu mudah kata kata berserakan
Tercampur dengan sampah,kerikil,batu,… begitu berantakan
Kenapa setiap kata kata yang terikat … begitu mudah lenyap
Sirna…. Tertindas hinaan kehidupan
Atau….
Ku hanya tak peduli lagi
Lagi lagi prosa tak mutu tercantum di layar monitor ini
Atau ku tanggalkan saja sastra tanpa makna
Bukan dan jangan jawabannya
Sastra begitu berarti dari arti kata seni
Meski hanya segenggam imajinasi, tapi itu ekspresi
 
 
NB: hanya unek2 tak berarti….

Lain ladang lain belalang, lain negara lain budaya,lantas bagaimana dengan sastra.begitu susah menggabungkan perbedaan budaya sastra sehingga mampu di terima kita dan masyarakat umum.Bagaimana dengan sastra china kuno? apakah bisa di terima di indonesia.jawabnya per individu,bukan kelompok. agrh….. tanggalkan saja kata kata tak bermakna, ganti dengan celotehan kata kata….

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.