Cerpen Kehidupan:Cerpen (Cerita Penting)/Kisah Pendatang Kharam Negeri Jiran

PENDATANG KHARAM NEGERI JIRAN

 

 

Dua tahun ku menginjakkan kaki di negeri jiran.ku di sebut sebut pendatang kharam olehnya.ya,,,, begitulah istilah warga asing illegal.Tak pernah bosan mereka(polisi) mencari kami,bahkan di halte bis pun mereka menunggu,atau tak sungkan sungkan mereka naik bis guna mencari pendatang kharam.

 

Buruh bangunan kerjaku,rasa cemas dan khawatir selalu menghantuiku.Teringat jelas memori di malam itu,seusai kerja ku bersama pendatang kharam lainnya di mess(container).Terdengar langkah kaki dan ketukan pintu yang di iringi salam,tak satupun dari kami menyahut salam itu,kami yakin itu adalah polisi.Ku bersyukur karena di malam itu tak satupun dari kami yang membalas salam,tak mengobrol,dan bahkan meletakkan sandal atau sepatu di luar .Kami yang biasanya… adalah kebalikan dari semua itu.

 

Menyongsong pagi kami segera melaporkan kejadian semalam kepada majikan,dan kami sepakat malam berikutnya kami tidur di luar(hutan) guna mengantisipasi hal hal yang tidak di inginkan.

 

Aku lelah.. ku capek dengan semua ini..,harus kah ku menunggu di terali besi..?tanpa makan dan hanya sebagai bahan siksaan guna pelampiasan seperti halnya penjahat teroris? .Aku harus pulang sebelum semua itu terjadi.Kutemui jasa pemulangan pendatang kharam.Di situ ku di urus layaknya yang ada di televisi televise (teroris kelas kakap)

 

Menunggu malam ku berangkat,…jenis carry  ku naiki.tanpa sinar bulan dan lampu penerangpun(lampu mobil) tak di nyalakan. Kami menelusuri hutan, pegunungan, melewati jurang jurang yang sewaktu waktu bisa saja menelan.Rasa cemas nan khawatir menyelimutiku bersama malam itu.Sesampainya di tepi rawa ku di sambut nelayan dengan perahu sampan yang di lengkapi pengaman dari bamboo di samping kanan kirinya.

 

Perlahan,..perlahan.. ku memasuki rawa.Tanpa adanya suara,dan lampu penerangpun tak ada,ku melewati lautan hanya dengan dengan perahu sampan .Perlahan lahan nelayan mengayuhkan dayungnya mengantarkan kami(7 orang) sampai ke ujung daratan.Ku hanya bisa berdoa berserah diri kepadaNya,sembari merenungi atas semua yang terjadi.Bersama hadirnya mentari kami memasuki daratan (Aceh).Kami di serahkan ke koramil setempat dan di tanyakan identitas serta alamat masing masing.Mereka pun tak sungkan juga memeras kami yang sebelumnya sudah mengluarkan tak kurang dari gaji 2 bulan kerja dengan alasan ongkos bis.Tak apa yang penting sampai rumah,sesampainya di rumah ku sempat berkata “tak akan lagi ku injakkan kakiku di negeri itu”.

 

DI kisahkan Oleh Suharjo (sahabat Khoirul Huda)

3 Komentar

  1. nurhasanah said,

    Januari 27, 2009 pada 11:40 am

    wah ngeri jg ya ceritanya…
    bersyukur bisa sampai rumah dengan selamat…
    Allah masih melindungi…
    semoga ga terjadi sm yang lain..
    btw..itu bener2 terjadi sm sahabat huda ya???

    Ya benar… ,dan smua yang tertulis d sini pasti adanya,tapi yang ada belum pasti tertulis d sini

    • Kangmun said,

      Agustus 11, 2009 pada 6:00 pm

      Yach gak terbayang kalau kita sendiri yang ngalamin

      Kh>>> semoga saja tidak terjadi pada kita, amin

  2. Kangmun said,

    Agustus 11, 2009 pada 5:54 pm

    Itu cerita yang mengharukan mas.kadang kala kita mengalami yang tak pernah sadari atau tak disangka.tapi yang terpenting kita selamat dan aman.yach itu smoga menjadi pengalan bisa menjadi indah bila kita syukuri dng pertolongan nya.

    Kh>>> iya mas, waktu ku d ceritakan olehnya, aku sndiri g bs ngebayangin kalau saja semua itu terjadi pada diriku, meski setiap orang memiliki pengalaman yg berbeda beda,..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: