Syair Puisi:Maret Berkata Sastra

 

MARET BERKATA SASTRA

 

 

Maret… Kenapa datang… begitu inginku cepat kau tinggalkan

Tak usah sungkan… tak perlu kenangan…

Tak inginku kado atau bingkisan,ku ingin kebahagiaan…

Kebahagiaan dari pilar pilar kehidupan

 

Maret… di awalmu penuh kekosongan

Menggugah rasa kegelisahan

Sastra pujanggapun tak kau hiraukan

Sekarang tak kau isikan puisi atau syair di dalamnya

 

Maret… kenapa hanya diam membisu…

Tajam matamu melototiku…

Ada apa denganmu..

Dendam kah kau karenaku…

 

Maret protes

 

“Kenapa tak kau isikan sastra kalau kau pujangga…”

“Membentang luas samudera kata”

“Setitik darinya menjadi sastra,sastra bermakna”

“Seutas benang kata membuka sastra”

“Menyelami imajinasi dalam puisi”

“Menapaki pilar pilar kehidupan…”

“Bukan kah kebahagiaan yang kau inginkan….”

“Coba telusuri bersama syair puisi”

“Dari palung terdalam mungkin kau temukan”

“Dari situ mungkin kau dapatkan kebahagiaan”

“Mungkin juga kau temukan awal kematian”

“Tapi itu tak usah kau pikirkan ataupun kau hiraukan”

“Aku hanya maret nama bulan… tadi itu terlalu berlebihan”

 

“Aku maret… ku tak pernah meninggalkan atau di tinggalkan”

“Hadirku tak di undang… atau dengan diam diam,ku datang dengan sendirinya”

“Aku maret… aku masih di sini menghitung butir butir hujan dari sudut kamar”

“Bila kau pujangga tak heran kau dengan kata,tahta singgasana sastra pujangga”

“Kemana,,, di mana kau berlari,puisi kan senantiasa mencari,”

“Memberi segenap imajinasi”

“Dirimu… olehnya kan terus di buru,.. tak mengenal waktu”

“Menikam dadamu… hatimu..hingga melebur mendebu,sirna bak di terpa angin”

“Itu mungkin dirimu… jangan kau selalu menyalahkanku”

“Ku hanya maret nama bulan… tanpa pangkat atau jabatan”

 

“Aku maret….”

“Aku yang datang aku yang di salahkan”

“Aku datang sudah tak lagi melihat kebenaran…”

“Kebenaran tenggelam,.. menghilang di patuk ayam jantan”

“Tak di kebumikan,di museum museum tak ku dapatkan,tak di pajangkan”

 

“Pernahku mendengar kata kata,bukan sastra tapi cengkerama”

“”Makanan apa ini begitu enak dan mengenyangkan” gumam ayam jantan”

“”Hei… keluarkan aku….!”teriak kebenaran”

“”Siapa kau teriak teriak,tidak sopan” jawab ayam jantan”

 “”Aku kebenaran.. yang barusan kau makan,sekarangku ada di dirimu,keluarkan aku…!” Pinta kebenaran”

“”Bagaimana ku mengluarkanmu,kalau kau ada di dalam perutku,kau tau aku tak sanggup mengeluarkanmu,kau tau proses pencernaanku,.. dari mulut di akhir anus,…,kalau ku mengluarkanmu tak lebih sebagai kotoranku”tandas ayam jantan”

“KUK KUKUK KUUUU,,,K terdengar keras olehku kokok ayam jantan,…”

“Puasnya mematuk kebenaran,.. mungkin juga itu ronta kebenaran”

“Tanpa jasad,bahkan di museum museum tak diketemukan”

 

“Aku maret… dan kau pujangga”

“Dari sastra kau mengungkap makna”

“Kau tau arti puisi”

“Meski imajinasi,ilusi… tapi ia ingin abadi”

 

“Aku maret… dan ku tertawa bila kau pujangga meminta kepadaku sastra”

“Bila kosong blogg sastrapujangga,… isikan dalamnya sastra…”

“Sastra apa saja,apapun temanya…. ku tak melarangnya”

 

Hanya menganga pandangan mataku melihat maret berkata

 

 

21 Komentar

  1. agustriku said,

    Maret 6, 2009 pada 11:00 pm

    Maret itu bulan lo🙂
    wah bener-bener pujangga nih hhhe

    he he he

  2. faiz said,

    Maret 7, 2009 pada 2:57 am

    apakah ada yg salah dg bulan maret yg baru masuk 7 hari ini?

    habisnya belum sempat posting sampe tgl6,dah ada… aja masalah

  3. aribicara said,

    Maret 7, 2009 pada 3:13 am

    Bener2 Pujangga nich dirimu🙂

    Bulan maret_pun dirimu buat untuk bisa berbicara😀

    Salam Pujangga Indonesia🙂

    Jadi gr aku …

  4. fanny said,

    Maret 7, 2009 pada 1:19 pm

    Maret …? kenapa harus maret? kenapa tidak Mei, Juni ato Juli?
    adakah sesuatu yg berkesan di bulan maret?
    lam kenal juga. siipp deh puisinya.

    1,krn d tulis d bulan maret
    2.blogg sama sekali tak ku hiraukan sampe hr k 7 bln maret
    3.sampe bln maret ini serasa komplit masalah yg datang
    4.sampe bln maret ini,apa yg ku lihat spertinya bener2 tenggelam kebenaran,kalah ma kekuasaan.di bulan maret ini serasa nyata ku pandang

  5. easy said,

    Maret 7, 2009 pada 4:16 pm

    buatkan aku puisi untuk april ya.. karna april itu sangat special untukku. bolehkah ? please…

    eng…. begitu ya..ku usahakan,temanya apa ya?

  6. Menik said,

    Maret 8, 2009 pada 4:55 am

    Maret datang untuk ku sambut.. hehehe
    salam kenal mas🙂

    mau tidak mau harus begitu

  7. Hejis said,

    Maret 8, 2009 pada 9:31 am

    Maret, kenapa kau tak menghalau 11 temanmu yang tak mengusung puisi?

    Salam hangat, salam kenal, mas…😀

    Dengan hangat ku trima salammu,salam kenal jg

  8. yenin said,

    Maret 8, 2009 pada 10:51 am

    Maret… Kenapa datang… begitu inginku cepat kau tinggalkan

    Tak usah sungkan… tak perlu kenangan…
    hiks aku bangetttttttt
    maret aku ingin kau berlalu ,berganti dng bulan” berikutnya*jade marah” ya😀

    bagus kok, knapa hrs marah

  9. Luvjoy said,

    Maret 8, 2009 pada 4:45 pm

    Kok udah maret aja ya…
    Rasanya baru merayakan tahun baru.. betapa cepat waktu berlalu..

    Klo g menunggu

  10. 1nd1r4 said,

    Maret 9, 2009 pada 2:25 am

    Maret…lama kurasa kau berlalu
    gelisah aku dalam nanti
    menghitung hari
    melihat berkali-kali purnama berlalu lagi
    berapa purnama lagi?
    sampai ku kembali ke Bali
    😀

    Puisi iseng orang iseng…🙂 makasi dah mampir ke blog aku ya

    ku jua menanti hari kembali ke bali

  11. yangputri said,

    Maret 9, 2009 pada 4:35 am

    ada apa dg bulan maret????
    kan sama dengan bulan2 lainnya???
    jadi bingung ne

    kan d tulis bln maret,n perasaan yg ada d maret

  12. tanyasaja said,

    Maret 10, 2009 pada 4:12 am

    aku tidak begitu suka dgn bulan maret karna ada trauma yang mendalam dibulan ini, semoga cepat berlalu….tapi puisinya bagus hehe

    akupun jg berharap bgitu,

  13. rice2gold said,

    Maret 10, 2009 pada 7:38 am

    salam kenal bro….

    Salam kenal jg ya,,,ch

  14. ontohod said,

    Maret 11, 2009 pada 6:37 am

    hiduuup marettt!!!… *ngebela Maret* karena ini bulan istimewa buat saya

    selamat ya

  15. murid said,

    Maret 11, 2009 pada 11:07 pm

    Kutatap perjalanan sang waktu
    Cepat
    Berkelabat
    Meninggalkan kehidupan dalam deru
    Oh Sang Waktu
    Marilah bersama kami
    Arungi Kehidupan Penuh misteri
    Bersama
    Dalam segala suasana

    inspirasi yg bagus,boleh dong kpn2 ku ambil temanya,

  16. MT said,

    Maret 13, 2009 pada 10:25 am

    wah Maret dipuisikan. kalau aku punya yang April. tapi sangat pendek…
    ini benar2 blog seorang pujangga! gak sekedar posting!

    kok g sekedar posting…? jd gmn… ya? trims mas atas motivasinya(Blogg mataharitimoer),dan terus ku nanti motivasi pendobrak negeri ini

  17. an9el said,

    Agustus 22, 2009 pada 11:04 am

    hmmm…baru liat ne…
    mungkin maret itu sependapat dgn aku..its my b’day🙂

  18. fadillah sandi said,

    Januari 27, 2010 pada 1:46 pm

    keren bangat……..
    ajarin gw dunk

    Kh>>> Saya yakin bilapun tidak d ajari saudara/i sudah mahir kok,…🙂

  19. Lana Azkia said,

    Februari 8, 2010 pada 4:10 pm

    I do Like This ‘March’!😀
    selamat nyastra, Pujangga.
    B)

    Kh>>>🙂

  20. erick said,

    April 16, 2010 pada 5:19 pm

    keren..
    sip

  21. kucing said,

    Mei 27, 2010 pada 8:16 am

    maret yang menyayat hatiku, aku tenggelam dalam lumpur di pelatarannya
    maret menguak tanya, dimana terjawab segala keraguan yang membelenggu
    maret… telah ku relakan segala ceritaku untuk mengisi Pesonamu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: