Puisi Religi : Misteri Hidup

Aku yang mati…

Aku yang tak berjiwa lagi…

Ku terbesit hati membaca lagi tulisan ini…

Mungkin puisi ini…

Hanya sebagai pencerah hati…

Hati ini…

Hati yang mati…

a1

20 Komentar

  1. agustriku said,

    Maret 21, 2009 pada 6:57 am

    kadang kita tidak pernah berpikir bahwa sesungguhnya kematian itu lebih dekat dan mengintai kita. manusia memang tidak pernah tau itu, itu rahasia Allah SWT.

    benar mas se7

  2. anny said,

    Maret 21, 2009 pada 7:02 am

    Hidup itu tak pernah disangka sangka, maka bersiaplah untuk hal yang tak terduga itu

    hal itu benar adanya

  3. R2G said,

    Maret 21, 2009 pada 7:12 am

    manusia dalam posisi cemas dan pengharapan……semoga keridhaannya yang kita dapatkan

    amin

  4. fanny said,

    Maret 21, 2009 pada 10:27 am

    jangna mati dulu dong. masih muda kok.

    ha ha yg mati hati mbak,hati yg dah g peduli

  5. Anjari said,

    Maret 21, 2009 pada 1:43 pm

    Hati yg mati namun mampu berpuisi

    aduh….. gmn ya jawabnya? wah d checkmate (apa ya istilahnya d catur lupa2 ingat)

  6. luvjoy said,

    Maret 21, 2009 pada 6:16 pm

    Mati beneran apa mati suri ?😀

    mudah2n rindu mati tp tak berharap mati,😀

  7. Raffaell said,

    Maret 22, 2009 pada 4:45 am

    Bernapas aja dah untung yah….

  8. an9el said,

    Maret 22, 2009 pada 1:00 pm

    hai hati2 yang mati rasa..bangunlah dari tidur panjang mu

    siap…..😀

  9. Maret 23, 2009 pada 2:02 am

    salam kenal balik

  10. aribicara said,

    Maret 23, 2009 pada 8:18 am

    Sebuah puisi yg membawa para pembacanya untuk merenung dan mendekatkan diri kepada keagungan dan kebesaran_NYA…

    Salam🙂

    Semoga saja,salam😀

  11. tanyasaja said,

    Maret 23, 2009 pada 10:12 am

    puisi yg indah dan penuh makna……🙂 jadi merenung😦

    semoga bermanfaat😀

  12. easy said,

    Maret 24, 2009 pada 6:51 pm

    kok hati yang mati ?
    jika hati penuh cinta mana mungkin mati rasa
    bagaimana ku bs menemukan cinta kalau tak ada seorangpun membuang cinta, mungkin yang ku harapkan bukan d tong sampah krn dirikupun membutuhkan cinta, jd jangan d buang cinta d tong sampah mendingan kasihin k aku aja……😀

  13. naura said,

    Mei 18, 2009 pada 9:06 am

    Hidup memang penuh cobaanntapi percayalah Tuhan Selalu bersama kita. Jangan pernah takut,tuhan menjaga kita.

  14. yuna said,

    Juni 19, 2009 pada 8:46 am

    bila jauh hati menapaki perih
    kau bersujud pada’Nya
    namun bila gelak kau ukir di atas cinta
    kau lupakan Aku…
    namun asamu masih ku jaga
    Kuberi tanpa harus kau b’doa

    saat kita kembali y,,tergantung amal orangnya…cin’:)
    ea kalo kita terus b’amal shaleh
    kita akan bahagia
    kembali pada Nya
    tapi kalo nggak??????//@#$#$$/

    Kh>>> Sesungguhnya Allah Maha pengampun,… dan Ia juga Berkehendak

  15. septha said,

    Agustus 11, 2009 pada 6:42 am

    yeah terkadang manusia menjadi orang yang paling bahagia tetapi disaat2 anak manusia merasa lemah………..hanya Dialah yang Maha Penolong.Ya Allah berikanlah kekuatan kepada hamba2 Mu yang saat ini jiwa dan raganya lemah tak berdaya………..ALLAHUAKBAR

  16. ezy said,

    September 8, 2009 pada 8:24 am

    keren buanget yakin puisinya…

  17. lubis said,

    Januari 5, 2010 pada 5:37 am

    jika ruh terpisah dgn badan ini maka penderitaanx tlh berakhir mnuju penderitaan yang sesungguhnya.

    Kh>>>hhhmmmm🙂

  18. yeariLOVA said,

    Februari 19, 2010 pada 10:00 am

    cinta terpendam didasar hati……..pedul…..?!!!

  19. seida... said,

    April 29, 2010 pada 8:28 am

    bleh ngopi g????alx kren bgt…

  20. hamzah bajry said,

    Juli 31, 2010 pada 8:21 am

    Hah.,.,..,.Yg paling aku takuti adalah ketika aku mati, hatiku dalam keadaan keras, keras seperti batu………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: